Hari Buruh : Gubernur Jangan Lakukan PHK Sepihak!Gubernur Rayakan Mayday

Jumat, 1 Mei 2009 | 19:16 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com β€” Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Wakil Gubernur Saifullah Yusuf merayakan May Day atau Hari Buruh bersama sekitar 1.500 buruh yang tengah melakukan aksi demonstrasi di Jalan Pahlawan, Surabaya. Dalam diskusi bersama perwakilan buruh, gubernur mendesak perusahaan-perusahaan di Jawa Timur tak melakukan PHK secara sepihak di tengah situasi krisis ekonomi global.
“Jangan sampai perusahaan-perusahaan hanya menghitung deviden mereka dan tiba-tiba melakukan PHK sepihak. Kalaupun mereka mengalami pailit, maka permasalahan harus dibahas bersama pemerintah,” ujar Soekarwo di sela pertemuan dengan perwakilan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jawa Timur, Jumat (1/5) di Ruang Binaloka, Kantor Gubernur, Surabaya.
Selain PHK sepihak, krisis keuangan global seringkali menjadi alasan sejumlah perusahaan untuk menerapkan gaji di bawah upah minimum kerja (UMK). Menurut Soekarwo, setiap perusahaan harus memberikan pernyataan resmi terkait ketidakmampuan pembayaran UMK.
“Situasi perusahaan harus dibicarakan bersama serikat pekerja. Selanjutnya, perusahaan akan diaudit oleh pihak ketiga, jika memang situasi berat maka harus dicari solusi bagaimana perusahaan dapat bertahan. Gaji sedikit turun tidak apa-apa, asalkan tidak ada PHK,” ucapnya.
11 tuntutan
Dalam aksinya, sekitar 1.500 buruh dari 11 aliansi buruh yang tergabung dalam ABM tersebut memberikan 11 tuntutan. Isi tuntutan tersebut, antara lain pembentukan Dewan Industrialisasi Daerah, revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan, pembentukan peraturan gubernur terkait gelombang PHK, penghapusan sistem kontrak kerja dan outsourcing, dan perlindungan sosial buruh melalui Jamsostek.
Menanggapi tuntutan tersebut, Soekarwo tak memberikan pembahasan rinci masing-masing tuntutan. Soekarwo hanya memberikan penegasan agar perusahaan menekan angka PHK seminim mungkin. Selain itu, program pengentasan kemiskinan, berupa perbaikan pemukiman kumuh, pendidikan gratis, dan kesehatan gratis diungkapkan kembali Soekarwo sebagai bentuk konkret langkah pemprov kepada masyarakat secara umum.
Sekadar niat populis
Koordinator ABM Jamaludin mengungkapkan, belum terungkapnya langkah konkret dari Pemprov Jawa Timur menanggapi tuntutan-tuntutan para buruh. Meski demikian, ABM menghargai munculnya niat bersifat populis yang telah diambil Pemprov Jawa Timur.
Jawaban dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang belum memuaskan, tetapi ada satu hal di tuntutan poin kedua kami yang sempat ditanggapi, yaitu pemprov sepakat merombak sistem pengawasan ketenagakerjaan yang selama ini tak efektif. “Pemprov Jawa Timur masih menjanjikan pembahasan detail tuntutan-tuntutan buruh sesudah gubernur pulang dari Bali, Rabu (8/5) nanti,” ujar Jamal.
Setelah beberapa perwakilan ABM melakukan audiensi dengan gubernur dan wakil gubernur, mereka kemudian mengadakan shalat Jumat bersama. Selanjutnya, para demonstran masih meminta gubernur dan wakil gubernur untuk melakukan orasi di depan ribuan demonstran.
Dalam orasinya, gubernur kembali menegaskan niat Pemprov Jawa Timur menekan kasus PHK di Jawa Timur. Seperti sebelumnya, Soekarwo kembali memaparkan program pemerintahannya secara umum di depan para buruh, seperti renovasi permukiman kumuh, pendidikan gratis, dan kesehatan gratis.
Selepas gubernur dan wakil gubernur memberikan orasi, ribuan demonstran masih bertahan di Jalan Pahlawan Surabaya. Mereka melanjutkan aksi mereka dengan orasi dan tetap mengungkapkan tuntutan-tuntutan mereka.

ABK

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s