MAYDAY 2009 ABM JATIM MEMERANGI LIBERALISASI PERBURUHAN DENGAN GELOMBANG DEMO YANG PUNCAKNYA PENDUDUKAN KANTOR GUBERNUR

Perkembangan permasalahan buruh semakin serius, jelang peringatan Mayday, ribuan buruh Jawa Timur yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jawa Timur menyelenggarakan sejumlah acara. Adapun kegiatan utama yang dilakukan adalah menggelar rangkaian gelombang unjuk rasa secara maraton, beruntun dan serentak mulai tanggal 28 April – 1 Mei 2009 di Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Pasuruan dengan melibatkan sedikitnya 10.000 buruh menuju sasaran Pengadilan Negeri Surabaya, Disnaker Kab. Sidoarjo, Kantor Bupati dan Walikota Malang, Kantor Bupati Pasuruan, sejumlah perusahaan dan puncak di Kantor Gubernur Jawa Timur. Apabila Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tidak bersedia menemui dan mengeluarkan kebijakan yang berisi solusi, maka massa ABM akan mengepung, menginap dan menduduki Kantor Gubernur.
Adapun tema yang diusung dan menjadi tuntutan utama Mayday 2009 ini adalah perang terhadap liberalisasi perburuhan dan negara jangan terus terkalahkan oleh modal. Tema tersebut dilatarbelakangi penindasan terhadap buruh oleh pemodal atau pengusaha dalam berbagai bentuk yang sudah semakin sewenag – wenang dan diluar batas lebih – lebih paska krisis kapitalisme global. Sementara itu peran negara baik itu eksekutif, parlemen dan yudisial secara umum turut berkonspirasi dengan modal memberangus dan menghancurkan hak buruh demi kepentingan neoliberalisme sehingga kondisi buruh semakin parah dan terpuruk dalam ketidakadilan dan pemiskinan struktural yang berdampak Labour Market Flexibility dimana buruh gampang direkrut, mudah di PHK sewenang-wenang, hak berserikat terberangus dan upah murah.
Dalam konteks Jawa Timur 2009, kondisi perburuhan sedemikian memburuk misalnya pelanggaran UMK yang memakan korban sedikitnya 100.000 buruh. Gelombang PHK memakan korban 14.000 buruh versi ABM, 16.000 buruh versi pemerintah provinsi Jawa Timur dan 40.000-50.000 buruh versi Jamsostek Jawa Timur. Kebijakan negara merespon permasalahan perburuhan masih berwatak kapitalis mulai Disnaker, Kepala Daerah, Presiden, Parlemen, Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan. Melalui perjuangan panjang dan berliku ABM Jawa Timur selama terus menggempur lembaga – lembaga negara tersebut untuk kembali ke UUD 45 menegakkan hukum seadil – adilnya dan mendesak penghapusan sistem ekonomi neoliberal.
Dari penilaian dan evaluasi ABM Jawa Timur terhadap perandan kinerja lembaga-lembaga yang terkait dengan Ketenagakerjaan baik negara atau non negara maka ABM membuat peringkat lembaga yang terbaik dan terburuk dalam mewujudkan relasi buruh, pengusaha, negara yang harmonis, berkeadilan dan berkemanusiaan.
Lembaga-lembaga terbaik adalah:
Pengadilan Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan
Media massa Surabaya dan Jawa Timur
Kejaksaan Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan
Kepolisian Resort Bangil Kabupaten Pasuruan
Pengadilan Tinggi Jawa Timur

Lembaga- lembaga terburuk:
APINDO Jawa Timur
Pengawasan Ketenagakerjaan Jawa Timur
Pengawasan Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Surabaya
Polres Surabaya Utara

Surabaya, 26 April 2009

Jamaludin
Koordinator ABM Jawa Timur
http://www.abmjatim.wordpress.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s