KAPOLWILTABES SURABAYA RESPON PERMASALAHAN BURUH

Surabaya Post

Rapat Dengan Buruh
Kamis, 23 April 2009 | 11:28 WIB

SURABAYA – Menjelang Hari Buruh 1 Mei mendatang, Polwiltabes Surabaya menggelar dialog interaktif dengan berbagai pihak seperti perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur, Apindo, tak lupa juga perwakilan buruh. “Total peserta yang ikut dalam acara dialog interaktif ini sekitar 90 orang,” ujar Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setya Rahayu, Kamis (23/4) pagi.

Pelaksanaan dialog yang digelar di ruang eksekutif Mapolwiltabes Surabaya ini dipimpin langsung Kapolwiltabes, Kombes Pol Ronny F. Sompie.

Sebelum dialog ini, kemarin digelar audiensi antara Kapolwiltabes dengan lima belas perwakilan buruh seperti Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Surabaya, Serikat Buruh Indonesia (SBI) Surabaya, Aliansi Buruh Menggugat serta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Dalam kunjungan audiensinya, Ketua Kasbi Syahril Romadon dengan tegas mengatakan polisi masih kurang proaktif dalam penegakan hukum ketenagakerjaan. Selain itu, beberapa kasus yang sudah dilaporkan banyak yang mengambang tanpa ada putusan final.

Menanggapi hal ini, Ronny berjanji akan komit untuk melayani pengaduan kasus ketenagakerjaan. “Karena saya masih baru, tolong para buruh juga membantu dengan cara memberikan kilas balik kasus-kasus dan kejadian yang telah dilaporkan,“ katanya. k4

Berita Jatim

Kamis, 23/04/2009 14:24 WIB
Hari Buruh
Polwiltabes Ingatkan Serikat Buruh Tidak Anarkis Berdemo

Reporter : M Taufik

Surabaya- Antisipasi hari buruh tanggal 01 Mei, yang biasanya berjalan ricuh dengan memaksa buruh lain mengikuti aksi demo Polwiltabes Surabaya bersama Disnaker Surabaya menggandeng beberapa pengurus organisasi serikat buruh berdiskusi.

“Kami himbau kepada kawan-kawan serikat pekerja, jangan sampai melakukan tindakan pemaksaan kepada buruh lain untuk ikut melakukan aksi. Apa lagi sampai memicu tindakan anarkis. Kalau ketahuan melakukan itu, kita akan tindak tegas,” terang Kapolwiltabes Surabaya, Kombespol Ronny F Sompie, usai diskusi di ruang eksekutif Polwiltabes Surabaya.

Sanksi tegas itu, kata Ronny, bisa berupa sanksi pidana. Pasalnya, bentuk ajakan terhadap buruh di perusahaan lain dengan cara memaksa itu jelas mengganggu stabilitas kerja orang lain.

“Segala bentuk pemaksaan itu sanksinya jelas pidana,” tambahnya.

Sementara itu, Hadi Purnomo, dewan pengurus KASBI Jawa Timur mendukung penuh upaya kepolisian dan disnaker Surabaya.

Meski mengajak buruh lain ikut demo dianggap sebagai bentuk pelanggaran, dirinya berharap pihak perusahaan juga tidak melarang seandainya ada pekerjanya yang mengikuti aksi demo nanti.

“Kami sepakat, agar nanti aksi peringatan hari buruh itu tidak berjalan anarkis, tetap sesuai prosedur hukum, tidak melakukan pemaksaan,” imbuhnya.

Sesuai dengan rencana, aksi demo sendiri akan berpusat di Surabaya dengan agenda tuntutan tetap soal UMK, penegakkan hukum, penghapusan outsourching.

“Kami berkumpul di Surabaya, semua buruh dari Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik dan Surabaya,” tegasnya.[fik/ted]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s